Santri Aman, Sehat Mental, Berdaya
Pusat Advokasi dan Perlindungan Santri (PAPS) menghubungkan kesehatan mental, perlindungan, pengaduan, pendampingan psikososial, advokasi hukum, dan pemulihan — dalam satu jalur pertolongan yang aman.
Mendengar, Melindungi, Mendampingi, Memulihkan.
PAPS bukan sekadar konseling
PAPS mengintegrasikan kesehatan mental, perlindungan anak, pengaduan, pendampingan psikososial, advokasi, rujukan hukum, dan pemulihan dalam satu alur.
PREVENT
Mencegah kekerasan & masalah mental sejak dini.
PROTECT
Melindungi risiko, safety plan, kerahasiaan identitas.
PROVIDE
Memberi dukungan psikososial & pendampingan.
PURSUE
Mendampingi advokasi & proses hukum bila perlu.
RECOVER
Mendampingi pemulihan & pemantauan pasca-kasus.
Alur penanganan
Sembilan langkah: dari laporan masuk sampai kasus dipantau.
santri mengalami masalah
v
aman untuk melapor -> kanal rahasia
v
kasus dinilai -> intake + triase risiko
v
risiko dilindungi -> safety plan
v
mendapat pendampingan -> case manager + psikolog
v
dirujuk sesuai kebutuhan -> psikolog / LBH / UPTD PPA
v
diadvokasi -> legal referral
v
dipulihkan -> dukungan psikososial
v
dipantau -> follow-up + case closureKanal Santri Safe Line
- Formulir digital (paling rahasia) — bisa anonim
- WhatsApp & telepon: sedang disiapkan
- Tatap muka dengan pendamping
- Rujukan dari pengasuh / ustadz
- Rujukan dari teman (Santri Sahabat)
Yang boleh dan tidak boleh kami lakukan
Batas peran
PAPS bukan pesantren, bukan rumah sakit, bukan klinik, bukan LBH, bukan kepolisian, bukan pengadilan.
PAPS adalah organisasi pendamping dan advokasi yang menghubungkan santri dengan layanan yang diperlukan. Diagnosis & terapi klinis hanya dilakukan tenaga profesional berwenang.
Kami tidak mempublikasikan
- Nama korban & pelapor
- Detail yang membuat korban mudah diidentifikasi
- Foto korban
- Kronologi sensitif tanpa dasar yang sah
Laporan tahunan memakai data agregat dan anonim.
Ukuran keberhasilan kami
Bukan banyaknya laporan yang masuk — justru laporan yang naik bisa berarti sistem makin dipercaya.